Minggu, 28 Desember 2014

Kesejahteraan Masyarakat dalam Pandangan Islam



Dalam pandangan Islam, masyarakat dikatakan sejahtera bila terpenuhi dua kriteria: Pertama, terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu rakyat; baik pangan, sandang, papan, pendidikan, maupun kesehatannya. Kedua, terjaga dan terlidunginya agama, harta, jiwa, akal, dan kehormatan manusia.
Dengan demikian, kesejahteraan tidak hanya buah sistem ekonomi semata; melainkan juga buah sistem hukum, sistem politik, sistem budaya, dan sistem sosial. Allah Swt telah menjadikan agama ini sebagai dînul kâmil, agama yang sempurna. Syariahnya mengatur seluruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun budaya. Bila syariah diterapkan secara kaffah oleh suatu Negara niscaya kesejahteraan hakiki, akan terwujud dalam kehidupan ini.

#To Be Continue...

the Actors of Economic Build



Aktor yang berperan sebagai agen pembangunan adalah wirausaha atau biasa disebut entrepreneur. Berbagai literature pun banyak yang menulis peranan wirausaha dalam pembangunan suatu bangsa, misalnya di Amerika Serikat, para enterprenuer disebut pula sebagai “captain of industry” atau “business tycoon” atau “wealthy and powerfull businessmen or industrialists” mereka antara lain seperti Andrew Carnegiie (steel), James B Duke (tobacco), John D. Rockefeller (oil) danlain sbagainya.

#Maaf, kalau ada salah dalam penulisan bahasa (^_^) To Be Continue....

Senin, 07 Juli 2014

Surat Terindah bagi para Pemimpin Negri

Assalamualikum. Wr. Wb...
Postingan kali ini tentang surat yang dikirimkan oleh kang Salim A. Fillah untuk Bapak Prabowo Subianto. Pak Prabowo-pun mencatat surat ini dengan baik setiap inci dari tulisannya; “Sore ini saya membaca tulisan saudara kita di Melbourne @SalimaFillah. Terima kasih bung Salim. Saya catat baik-baik,” kata Prabowo melalui akun Twitternya @Prabowo08.

Sangat Indah dibacanya, penuh dengan kehidmatan, kekhusuan ilmu. Ketika membacanyapun, saya sempat meneteskan airmata, karena didalam surat itu tertulis para pemimpin sebelum kita yang tangguh (Para Sohabat Nabi Muhammad SAW). Dan, ini suratnya, baca dengan seksama, Insya Allah banyak sekali Hikmah didalamnya;




Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..


Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”

Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.

Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.

Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”

Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”

Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.

Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.

Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”

Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.

Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.

Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”

Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.

Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”

Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu.

Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.

Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.

Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..

Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”

doa kami,  


hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia. [Salim A Fillah]

Sabtu, 17 Mei 2014

Nasi Jamblang Mang Dul

            Hari ini seperti biasa, bersinergi bersinergi dengan Alam, selalu memecahkan keheningan dengan Bertilawah dan Silaturahim ke kosan lain. Ku belum menemukan sesuatu yang spesial di hari ini terkecuali perasan damai yang menyelimuti hati dan fikiran "hmm... damai sekali".
            Malampun tiba menyapa kembali seperti biasa, banyak banget BBM maupun SMS yang masuk tatkala menjelang Magrib "Malam apa sih ini?" hening sebentar menghampiri dan terpecah setelah ku ingat bahwa ini malam minggu, pantas saja banyak anak-anak ngajak Hank Out, dan seperti biasa aku selalu menolak untuk keluar karna males banget ketika keluar malam minggu, jalanan padet, bisa-bisa macet. Jam menunjukan pukul 19.20 dan perut memanggil-manggil meronta seakan berontak ingin diperhatikan (wkwk...), namun bingun kembali menerpa diri "hmm... makan apa ya yang enak malam ini?" timbul tanda tanya besar menhinggap di kepala. Nada dari BBM memecahkan fikiranku, "Oh,, anak-anak" langsung saja ku tanya pada teman-teman lewat BBM "Bro/Sist, malam ini enaknya makan apa ya?" dan tanpa tunggu lama mereka membalas dengan berbagai rasinalisasi mereka, ada yang ngasih saran Soto yang katanya enak malam dingin seperti sekarang ini makan yang berkuah, ada yang bilang empal gentong karna khas Cirebon (yang nyaranin soalnya orang cirebon, haha) tapi rese jawaban lanjutan dari mereka "Tapi... kalo jam segini sih udah tutup, haha..." (gubraaaag, cape deeeh).
             "Udah lah, jalan aja keluar sendirian" dan ahirnya akupun melangkah keluar dari kamar kosan menuju geraso motor, sebelum itu ngajak dulu anak-anak yang ada di kosan tapi mereka sedang asyik menonton filem Pirates of Caribian. Terbersit fikiran bahwa aku harus berkunjung ke kos-kosan tetangga, tanpa tunggu lama ku nyalakan motor dan melesat kesanah. Tiba disana ternyata pada pulang dan hanya ada dua orang saja dan syukurnya salah satunya itu anak IMEIs juga. Rencana cuman pengen ngobrol sebentar dan minta saran makan apa malam ini (haha. . . masih aja bingung) tapi obrolan itu berkelanjutan dan lama kelamaan mengasyikan (ciee. . . konek, haha). "Ente udahan ta?" ada satu pertanyaan yang bikin ku tertegun dan hanya ku jawab sekedarnya dengan malas.
                "Eh, udah makan belum? kmana ni kira-kira?" tanya ku dengan wajah agak pucat kelaparan (uuuu,,,, kasihan) "Hayu, ane juga belum makan! jalan aja keluar". Tak tahu tujuan kita hanya berkendara tunjuk kiri tunjuk kanan ga ada yang sreg, "Gimana kalau ke mang Dul aja?", "Wah ide bagus!" tanda aku menyetujui, tanpa fikir panjang, sesegera mungkin motor di geber melesat menuju arah Grage (soalnya tempat Mang Dul di depan Gragre). Berjajar mobil-mobil keren, tanpa basa-basi segera ku parkir motor samping mobil-mobil itu, turun langsung pesen nasi tiga bungkus.
                Nasi tiga bungkus, lauknya Telor bulet, telor dadar, sate kentang, perkedel, sambel minumnya teh manis. Lengkap sudah!
Setelah habis makannya, kita banyak berbincang dari masalah perkuliahan (tukar fikiran), Organisasi, Bisnis dan Cita-cita. Beberapa Cita-cita ku ungkapkan kepadanya semisal setelah menikah nanti akan ku bawa Istri ke Cirebon dan di ajak ke tempat-tempat nongkrong semasa kuliah (kalo udah punya anak, anaknya juga, hehe) dengan membawa kendaraan Honda Jazz RS Otomatis Orange. Larut kami bercengkrama satu sama lain tanta terasa waktu menunjukan pukul 22.30 kamipun memutuskan untuk pulang. Di kasir, terjadi kelucuan (menurut ku lucu, wkwk) semua di kalkulasikan, ku sodorkan uang Rp. 50,000 dua lembar dan mereka (Kasir dan teman ku) tersenyum kepadaku, "Akh, banyak banget dikeluarinnya" tegas teman ku sambil senyum, "mas semuanya Rp 26.000" kata sang penjaga kasir, "aduh..." malu aku jadinya, kedengeranya Rp 65.000 ternyata 26.000 (hehe,,, saking kenyangnya makan jadi kurang denger, haha).
          "Udah ya, makasih" setelah ku antar teman ku itu, aku segera pulang ke kosan ku tapi sebelumnya, ku merasa ingin ada sesuatu yang masuk ke perut, langsung ku bawa motor ke warung biasa di depan dan membeli Susu coklat 2 (yang satunya buat pagi) dan Obat Magh untuk persediaan karena habis. Sesampainya di kosan, kumendapati anak-anak udah pada Ngorok depan laptop. Ku buka kunci kamar dan ganti stelan tidur dengan memutar lagu-lagu Frank Sinatra.
                 Sebenernya ga niat banget keluar dimalam minggu ini, dan bukan suatu kebiasaan (soalnya males itunya, terlalu ramai banyak orang d luar sanah). Namun karena lapar, jadinya keluar jalan-jalan, cuman poin intinya dari jalan-jalan itu banyak sharing sederhana yang berbobot dimalam minggu, yang belum tentu orang lain melakukan. Bersyukur dah pokoknya malam ini :D

Jumat, 16 Mei 2014

[the King of the Day; Jum'ah Mubarak]

Allah sangat sayang kepada Umatnya, Ia berikan Nikmat serta Rizki yg tidak diduga datangnya...

(Dalam kesulitan/rasa sakit selalu ada kemudahan/ada obat)
Pagi-pagi sakit; Pusing, mual-mual di setengah hari itu. Waktu telah bergulir dan tiba saatnya untuk berangkat ke mesjid menunaikan solat Jum'at, silaturahim d mesjid setelah usai solat jum'at (abis itu pulang ke kosan) sehabis Tilawah beberapa lembar pengen ke Kampus cuman ngantuk banget, sama kaki di bagian Lulut entah mengapa Sakit banget, sampai-sampai ketiduran.

Bangun dari tidur, kepala pusing dan lutut masih sakit, langsung ku lihat jam tangan dan ternyata sudah pukul 16.20-an, fikiran masih belum percaya itu pukul 4 sore, setelah melihat ke jendela tiga Handphone dan bertanya kepada anak-anak kosan barulah saya percaya, (haha...)

Tapi, bangunnya walau pusing kepalanya entah mengapa ada semacam perasaan yang sangat damai, tentram menyejukkan dan di kamar kosan ada sebuah kantong pelastik warna hitam "Apa itu ya?" dan setelah dibuka "Oh Nuget, pasti dari Sandra", Alhamdulillah bertambah rasa syukur ku pada sore itu. "Terimakasih yaa Allah engkau anugrahkan sore hari yang indah kepadaku, tuntunlah terus hamba dalam naungan-Mu, amin yaa Rabb"


Sabtu, 10 Mei 2014

Tentang Lirik "Written In The Stars" Tinie Tempah

“Written In The Stars merupakan lagu yang memiliki semangat dalam perjuangan yang harus aku hadapi. Aku senang jika orang lain juga turut merasakannya. Aku suka dengan keyataan lagu ini mengungkapkan kisahku keluar dari khasanah di bawah radar.” – Tinie Tempah
Nama asli : Patrick Chukwuem Okogwu Jr. (Rapper)
Tanggal lahir : 07 November 1988
Lahir di : Plumstead, London, Inggris

Dalam album Dics-Covery ada lagu yg keren banget, berceritakan tentang semangat perjuangan untuk meraih cita-cita, harapan dan asa (yang ane tangkep, haha). Dengerinnya hati ane serasa bergejolak tumbuh semangat (karna musiknya kali y, hihi), tapi serius... apalagi pas denger dibagian lirikpembuka yg di buka ama Eric Turner "Oh Written in the Stars, A Million Miles away, Message to the main,-Ooooh-Season Come and Go! But I will never change, and I'm On My Way". Penasaran ama Liriknya, ni ane kasih dah :D

[Eric Turner]
Oh written in the stars
A million miles away
A message to the main
Ooooh
Seasons come and go
But I will never change
And I’m on my way


[Tinie Tempah - Verse 1]
Lets go…
Yeah
You’re listening now
They say they aint heard nothing like this in a while
Thats why they play my song on so many different dials
Cause I got more hits than a disciplined child
When they see me everybody brrrrrap’s, brrrrrraps
Man I’m like a young gun fully black Barrack
I cried tear drops over the massive attack
I only make hits like I work with a racket and bat
Look at my jacket and hat
So damn berserk
So down to earth
I’m bringing gravity back
Adopted by the major I want my family back
People work hard just to get all their salary taxed
Look Im just a writer from the ghetto like Malory blackman
Where the hells all the sanity at, damn
I used to be the kid that no one cared about
Thats why you have to keep screaming til they hear you out


[Chorus]
Oh Written In The Stars
A Million Miles Away


A Message To The Main
Ooooh
Seasons Come And Go
But I Will Never Change
And I'm On My Way


[Tinie Tempah - Verse 2]
Yeah, I needed a change
When we ate we never took because we needed a change
I needed a break
For a sec I even gave up believing and praying
I even done the legal stuff and was leaded astray
Now money is the root to the evilist ways
But have you ever been so hungry that it keeps you awake
Mate, now my hunger would leave them amazed
Great, it feels like a long time coming, fam
Since the day I thought of that cunning plan
One day I had a dream I tried to chase it
But I wasn’t going nowhere, running man!
I knew that maybe someday I would understand
Trying to turn a tenner to a hundred grand
Everyones a kid that no-one cares about
You just have to keep screaming until they hear you out


[Chorus]
Oh Written In The Stars
A Million Miles Away
A Message To The Main
Ooooh
Seasons Come And Go
But I Will Never Change
And I'm On My Way

>>>> Gimana? Keren kan? Kalo mau Download, cari aja sendiri, hihi. . .

Jumat, 02 Mei 2014

Touring to Cilengkrang

*Touring kali ini kita k Cilengkrang_Kng (Mini Touring sh, haha... Al.a deket dari Crb)... Rencana berangkat jm 10.00 dari crb (nama.a rencana manusia selalu bersifat nisbi, wkwk) v jadi.a jm 11.30an d karnakan ada yg ganti ban (accident), g bawa duit, blm makan, ngerjain skripsi, ect dh (haha)... Alhamdulillah, dlm perjalanan lancar "maknyooooss" walau banyak kndaraan, al.a hari libur sh (but it's what I want, W.O.W). Sulap-selip dari arah kiri dan kanan ala Drift Tokyo FF3 (g segitu.a sh, but little close, ha) dari Mobil2 Mini Bus ampe Tronton Gueeedee sangat menyenangkan, emang bahaya v hal itu yg slalu bikin ane tenag, ringan hati.a; kalo lagi galau, wkwk. . . "U re nuts man!" itulanh ungkapan anak2 k ane kalo lagi brkndara (haha).

**Sampai lh kami d TKP "baru parkiran", dari parkiran k tempat karcis krang lbh 50 M-an dgn brjalan kaki, namun kita bakalan d suguhi dgn pemandangan asri alam indah Indonesia khas Kng-JABARSATU, sejuk menentramkan. tiap kali ketemu sama orang (al.a ada warga juga yg berkebun d sepanjang jln) pasti saling tegur sapa, akrab walau baru pertama kali ketemu, minimal.a senyum lh (itulah orang sunda, ramah2, apalagi d daerah pegunungan (y) ). Sampailh d "tiketing purces", sesegera mungkin kita mengeluarkan dompet (nafsy2 bayar'e yo', ha), cukup dgn 5000 perorang. "Oke, masuk". dari sana krang lbh perjlnan itu memakan waktu 30 M-an, namun itu tadi, kita d suguhi pemandangan dari negri jamrud katulistiwa ini (hmm... Nice Place like a
heaven on earth).



***Sblum nyampe k lokasi tujuan (really TKP, ha) ada sungai2 kecil yg air.a bisa d minum saking jernih.a coooy (nyoba n suegeerrr).
****(Haaaaa) Sampailh kita d TKP, langsung kita mendinginkan keringet dulu sebentar and than langsung ganti baju, menuju pemandian. sblum nyemplung beberapa orang (and I certainly) fto2 dlu d air terjun.a, tapi ternyata ada papan yg bertuliskn "dilarang melintas k area air terjun" dan walhasil penjaga menghapiri kami sambil (ehem) dikit marah (haha). singkat cerita, kita pada ngerenden badan d kolam berbaregan dgn orang lain, salah satu tm ngajak k kolam yg d sebelah atas yg orang kurang minat sblah situ. "Sepi euuuyyy" berendem kya d kolam pribadi ajah, puas2in d sana.


*****Waktu.a pulang, udah jm 15.30 dan kabut pun udah mulai menuruni bukit menandakan memang harus segera pulang, pulang.a sama jalan kaki lwat jln yg sama. tentunya sbg Umat Islam, agar menjadi muslim yg hakiki, sblum pulang kita tunaikn dlu Sholat ashar d sebuah musola deket sungai2 kecil, adem banget solat.a. singkat cerita, kita jln, cabut dari TKP k Crb, nyampe kosan magrib dan d sambut dgn suara adzam magrib (Alhamdulillah). Bermaksud duduk2 sebentar d kosan, malah ketiduran al.a badan.a kecapean, lagi sedikit sakit juga, untung aja msh ada waktu solat magrib, tepat pukul 18.40 ane bangun n langsung aja solat.


@@@@Uuuuh… sry kalo bahasa tulisan.a kurang enak d baca, lagi g keyeng nulis, haha. . .!!!

Touring Cirebon to Pangandaran; Sedulur mp3

Request abang Ipan Sang Godong Semanggen "Upload dong fto2 d ente", oke bang ini ane Upload....
Alkisah (wkwk) rencana touring ini d rencanakan pada saat Smt 1 (thn 2010) d sebuah keluarga besar yg bernama SEDULUR MP3 dan yg jadi "W.O.W"-nya adalah "Terealisasi pada tahun 2014 bln Februari (haha. . . jauh amat), namun g apalah. . .
Cerita.a sh Destinasy dari agenda kls yaitu Rumah ane yg bertempat d Kab. Pnd Kec. Cimerak Dsa. Batumalang tsb (yg slalu ramai oleh Touris daerah ana d JABAR SATU itu). 


*Rencana pmbrangkatan adalah pkl 09.00 dari Crb n so d perkirakan nyampe rumah ane pkl 14.30an lh but... ada mtor yg g dateng (bilang.a sakit, eamang sakit-oooo...-) kita debat dikit salah satu anak suruh bawa mtor.a d home (Nak Cw) v dy g mau (hmm),,, debat2,,, ada yg ngalah 1 "Udah w aja yg g ikut", "g bisa gth dong cuy" seorang nyaut. timbul ide dari ane balik k kosan ngajak anak kos, dgn gelagat marah, risish ama perdebatan itu, ane pura2 dluan "Duluan ya, ane mau pulang, dh janji hari ni pulang". singkat crita anak kosan yg mau ane ajak kga ada sob... (waduh). dateng t2h warung bisa ngutang makan (biasa anak kosan, wkwk) "Sim, tuh Nisa abis PPL pengen jln2 kata.a" waah. . . ksempatan ni" tanpa basa-basi anyep2 gth, langsung ane cabut k kontrakan d bawah (tok.tok.tok) "maaamm. . " (panggilan ane k tm yg satu ntu). Singkat crita d lobi panjang (lbh susah lobi tm bawa mtor.a daripda lobi hotel yg harga.a 4 jt jadi 1 jt-pernah, ha-). dapet dh tu mtor (plus) orang.a. "Oke smua udah d seat masig2, Bismillah... kita Jalaaann...". D perjlnan seru banget pko.a, kita mtong lwat jln tikus, al.a ada tm yg g punya SIM.
**Krna tm2 orang Crb, mungkin g trbiasa kali y bwa mtor jauh dgn jln yg "Wow. . . meliuk2 caaa'...", ane n Ranger kuning melesat d depan sbg Open Way sgaligus Navigasi (haha, gaya bahasa'e ca'). berhenti dikit2 al.a ada yg jauh ketinggal, tiap kali brhnti "makan" gitu aja trus, minimal.a fto2an lh, (Ciamis_Pangandaran Gtoh loh, alam.a bagus2, ha-Proud be-). anak2 dh ngeluh n ane sbg orang sanah kasian jga liat.a "Kapan sh nyampe?" waktu dh menunjukan pkl 15.30an saolat ashar dlu d msjid. Singkat cerita nyampe lh d rumah ane d sambut kedua malaikat ane (Aby n Ummi), "Alhamdulillah" semua bersautan. "Gila Cim, lhu kuliah niat amat. 10 jm perjalanan men, soak tuh pantat", "iya coy, g asyik kalo daerah sndiri, g da pengalaman lbh, lagian dari kcil, dari TK g d home, makan.a kalo pulang kya tamu aja" timpal ane. “Hoaaaaaammm…” Udah subuh, ajakin anak2 cwo solat subuh d masjid kampong. Pas pagi.a sblum berangkat k Pnd kita smua jalan2 dlu k kebun ane metik kelapa muda ama liat2 pemandangan dari atas bukit (kicauan burung bernyanyi riang d pagi hari menambah kesejukan di alam bimi Ilahi, Subhanallah). Udah puas maen d kebun ane, balik.a pada bawa kelamud buat d bawa k Pnd (biar gratis, haha), makan pagi langsung ane pamitan ama Apa (panggilan ane k Ayah) dan Mamah. “Bismillah,,, kita jalaaan”.
***d perjalanan, motor ane tiba2 ngadat pengem masuk bengkel, ganti Gir kata.a, anak2 udah jauh d depan, yaudah suruh nunggu, takut.a kelabasan, al.a mau ajakin dlu k pantai Batu hiu (agak mirip Bali lho, haha). “bner kn klabasan, putar balik cuy”. Nyampe lh kita d pantai Batu Hiu, pemandangan luas terbentang k samudra “Amajing beuuudt pko’e mh”.
****”Pangandaran we are here. . .” tibalah d pangandaran, anak2 yg ngeduluin ane malah lewat jalur depan yg pasti ada ticketing place yg ketat (g papa lh, udah pada gede ini). Ada 2 mtor yg ikut ane v mreka mh bayar (so pasti ane mh gratis dooong, haha) “d suruh juga jangan berhenti d ticketing palce, kasih aja kode” k mereka sambil senyum2 (hihi). Nyampe d hotel, kita langsungn ganti baju n renang sore2 menjelang magrib d pantai, seru sambil liat “sunset”, Petualangan d Pnd blm d mulai, itu baru permulaan, kita langsung tidur sesampai.a hotel (anak2 cw pada main kreta goes, yg cwo tidur).


*****Pagi pun berseri menyambut kami, dan bergegas sehabis sarapan kita menjuju pantai memulai petalangan Sedulur Mp3 “W.O.W” liat “Sunrise”. Nyema perahu kita main k tengah laut dan d antar k pasir putih. Seharian penuh kita d sanah dan tiba saat.a untuk berkemas pulang k Cirebon, kurang rasanya, tapi kita harus pulang, ada kewajiban lain serta petualangan lain yg menunggu.
****** “Mana anak2, ko cuman 1 motor d belakang?” Tanya ane dlm hati, mau tlp v g da sinyal, langsung aja jln k depan k puncak nyari sinyal, pas dapet sinyal langsung ane tlp dan ketika itu pula ada bapak2 naik mtor “De, tm.a kecelakaan” kaget n g percaya namun ketika telp nyambung “halo, pil, halo… lhu pada d mana?”, “Adi n Heru kecelakaan Cim” langsung ane putus n dgn rasa bersalah ane tancab gas menuruni bukit (g tau dh kecepatan.a berapa, yg jelas keceng). Kita pada panic d RS. Kota Banjar, g tau musti kmana! Alhamdulillah Sedulur Mp3 a/ kls yg paling kompak, gmana tdk, slogan.a juga “The Real Brotherhood”, kita cari2 akal, hubungin sana-sini. Singkat cerita mereka dh d tanganin, sebagian anak2 kudu pulang n ane dgn beberapa anak memilih stay d tempat, nginep d RS udah kya gembel, (wkwk) itu yg bakalan jadi cerita manis pas kita reunion n nyata sajah, bukan hanya pertemanan kita yg makin erat, tapi kekeluargaan kita makin terbuki nyata “We Are Sedulur MP3, Never Let You Down, Whatever You, Coz We are The Real Brotherhood”. “Lekas Sembuh Brother Adi Alwy n Kang Heru Kuniawan, You Will Never Walk Alone”.
Tapi ada satu resiko yg ane tanggung sendiri, secara pribadi mengenai privasi, yg orang itu tdk akan pernah mau tau dgn apa yg ane alamin, "haaah... muga sajah pintu itu msh terbuka yaa Allah" :')